Pimpinan Pondok Pesantren Annibras
Lahir di Subang pada 1 Desember 1972, Anan Nurdin—atau yang akrab dikenal dengan nama Anan Arta Salnari—adalah putra kebanggaan Bapak Arta dan Ibu Karsih. Tumbuh dalam kesederhanaan keluarga di pelosok desa tidak lantas menyurutkan langkahnya. Sebaliknya, keterbatasan itulah yang menjadi bahan bakar bagi mimpinya: mengubah nasib melalui jalur pendidikan.
Langkah kakinya dimulai dari SD Cirangkong, hingga akhirnya menempa diri di Pondok Pesantren Darussalam. Kecerdasan dan ketekunannya membuahkan hasil manis berupa beasiswa di LIPIA (cabang dari Al-Imam Muhammad Ibn Saud Islamic University). Di sanalah ia berhasil meraih gelar Bachelor of Arts (Lc) di bidang Syariah.
Selama dua dekade, beliau berkiprah sebagai jurnalis di Al-Jazeera TV. Salah satu momen emosional dalam kariernya adalah saat konflik Palestina-Israel memuncak tahun 2009; kepakarannya membuatnya diundang sebagai pengamat Timur Tengah dan penerjemah di TV One.
Setelah melanglang buana, kerinduan untuk membangun tanah kelahiran akhirnya terwujud melalui pendirian Yayasan Pendidikan dan Pembangunan Annibras pada tahun 2018. Kini, beliau tidak hanya dikenal sebagai sosok formal, melainkan seorang ayah yang hangat dengan panggilan "Papah" oleh para santri.
"Tidak ada masa depan yang baik bagi mereka yang memelihara kemalasan."
Sedang Menempuh Pendidikan:
Program Doktoral (S3) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir - UIN SGD Bandung